Sahabat duduk bersama sahabat,
Dan lembaran-lembaran terhampar
Mereka saling membaca misteri-misteri yang muncul dari kening masing-masing
Pandanglah selama yang engkau bisa sahabat yang engkau cinta
Datanglah ke laut keanggunan dan keindahan
Tibalah ke tambang penyatuan
Tataplah mata mabuk milik keindahan sejati
Setiap partikel tubuhku
Jatuh cinta pada mataharimu
Lihatlah dengan seksama
Ribuan kali darimu aku berlari
Seperti anak panah terluncur dari busur
Ribuan kali pula aku
tertangkap kembali
Selaku mangsa dimatamu yang memburu
Penerimaan adalah kunci menuju kebahagiaan
Engkau menyangka dirimulah masalahnya,
Padahal engkau sungguhlah obatnya
Engkau menyangka dirimulah kunci pintunya
Padahal sebenarnya engkaulah anak kunci yang membukanya
Terlalu menyedihkan bahwa engkau ingin menjadi seseorang yang lain
Engkau tidak melihat wajahmu sendiri, keindahan dirimu sendiri
Padahal, tiada wajah seorang pun yang indah dari wajahmu
Sahabat duduk bersama sahabat,
Dan lembaran-lembaran terhampar
Pinjamlah mata sang tercinta!
terima kasih untuk teman diskusi saya yang telah mengirimi puisi ini.