Senin, 16 Januari 2017

Artikel tentang Automation

Automation adalah perkataan yang berasal dari Delmar. S. Harder dari Ford Motor Company untuk menyatakan suatu perpindahan yang otomatis dan terarah sifatnya dari kegiatan yang satu ke kegiatan yang lain berikutnya. Adapun inti dari konsep automation adalah adanya prinsip umpan balik (feed back), yaitu kemampuan daripada mesin untuk merasa, mengetahui dan membutuhkan kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan pada waktu hal itu terjadi. Prinsip inilah yang membedakan antara mechanization dengan automation.

Dalam sejarahnya, otomasi telah dicapai dalam perkembangan kehidupan manusia, meski pada awalnya tidak disebut sebagai otomasi. Operator telepon yang digantikan dengan mesin, berbagai peralatan kedokteran (elektrokardiogram dan sebagainya) yang menggantikan peran tenaga medis, hingga mesin ATM. Istilah "otomasi" digunakan pertama kali oleh General Motors pada tahun 1974 yang mendirikan departemen otomasi (automation department). Ketika itu, teknologi otomasi yang mereka gunakan adalah komponen listrik, mekanik, hidrolik, dan pneumatik. Antara tahun 1957 hingga tahun 1964, mereka menghasilkan output dua kali lipat ketika buruh sudah mulai dikurangi akibat dampak otomasi.

Automation memiliki 2 kategori, yaitu:
1. Automation di sistem manufaktur di pabrik
2. Komputerisasi di sistem pendukung manufaktur

Automation juga bisa disebut otomisasi Dari penjelasan diatas automation sebenarnya menggambarkan pemindahan bahan dalam proses atau parts dari satu mesin ke mesin berikutnya secara otomatis yang bersifat selektif di mana ada sistem feed back. Misalnya mesin B yang sebenarnya dapat meneruskan bahan dalam proses atau part ke mesin C yang berikutnya, akan tetapi apabila terdapat kesalahan maka secara otomatis bahan atau
part tersebut disisihkan atau diapkir dan tidak diteruskan ke mesin C. Prinsip/sistem feed back dalam automation seperti telah dikatakan membuat mesin tersebut dapat merasakan, menemukan dan mengoreksi kesalahan-kesalahan yang timbul pada waktu barang-barang diproses atau dibuat pada mesin itu. Alat feed back ini dipasang pada mesin-mesin yang mekanis sehingga mesin tersebut mengetahui adanya kesalahan dan apa kesalahan yang ada.

Lalu, apa hubungannya dengan pembahasan cyber ?

Automation disini berhubungan dengan penggunaan sebuah teknologi atau juga diatur dan diperintah dalam komputer, Automation juga adalah System yang berupa peralatan elektronik terpasang dan berfungsi sebagai alat bantu untuk mengatur segala kebutuhan dari suatu Installasi. Contoh dari otomisasi adalah ketika kita memasuki sebuah bangunan modern diaman semua fasilitas di bangunan tersebut diatur dan diperintah oleh satu perintah saja seperti perintah suara atau menggunakan sebuah remot sensor yang perintah kesemuanya  sudah diatur dalam aplikasi berbasis komputer. seperti Artificial intelligence (AI) seperti di film iron man.

Ketika beberapa kegiatan manajemen kita disatukan dengan hanya dengan menggunakan satu perintah saja. Tentu saja ini akan efektif dan mempengaruhi aktivitas manajemen kita.

Dan berikut beberapa pengaruh automation terhadap manajemen :
-         
automation bersifat tidak fleksibel, sehingga tindakan yang diambil tidak dapat diubah tanpa menderita kerugian yang besar dan adanya kesalahan-kesalahan yang kecil akan menimbulkan kerugian yang sangat besar. Oleh karena itu setiap usaha yang diambil oleh manajemen untuk membuat suatu pabrik yang otomatis sebaiknya harus didahului dengan mengadakan penyelidikan (research), perencanaan dan analisis yang diteliti, hati-hati dan cermat agar tidak terjadi kegagalan.
-          Manajemen yang hendak menggunakan mesin-mesin otomatis, maka manajemen harus yakin dan dapat memastikan adanya suatu pasar yang cukup luas bagi produk yang dihasilkannya, untuk dapat menampung dan menutupi kembali biaya-biaya yang telah dikeluarkan untuk perencanaan, pembuatan dan pemasangan dari mesin-mesin. Hal itu perlu diperhatikan karena harga atau investasi dari mesin ini sangat mahal.
-          automation membutuhkan tenaga-tenaga yang mempunyai techincal skill maupun managerial skill, karena tanpa adanya kemampuan untuk menjalankanya dapat mengakibatkan kerugian yang besar.
Itu beberapa pengaruh sekaligus penjelasan dampak automation dalam manajemen. Sisi positif 

penggunaan otomisasi ialah berikut beberapa diantaranya :

Untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja
Untuk mengurangi biaya tenaga kerja
Untuk mengurangi dampak kekurangan tenaga kerja
Untuk mengurangi atau menghapus pengguna rutin dan tugas-tugas administrasi
Untuk meningkatkan keselamatan pekerja Untuk meningkatkan kualitas produk
Untuk mencapai apa yang tidak bisa dilakukan secara manual
Untuk menghindari biaya tinggi tidak mengotomatisasi

Disini investasi untuk mesin-mesin otomisasi memang sangat mahal tapi tentu saja juga sama mahalnya dengan tidak mengotomisasi suatu kegiatan. Dan melihat dari efek jangka panjang otomisasi lebih bagus untuk dilakukan tentu dengan melihat apa yang akan kita buat atau lakukan.

Daftar Pustaka :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar