Automation
adalah perkataan yang berasal dari Delmar. S. Harder dari Ford Motor Company
untuk menyatakan suatu perpindahan yang otomatis dan terarah sifatnya dari
kegiatan yang satu ke kegiatan yang lain berikutnya. Adapun inti dari konsep
automation adalah adanya prinsip umpan balik (feed back), yaitu kemampuan
daripada mesin untuk merasa, mengetahui dan membutuhkan kekeliruan-kekeliruan
dan kesalahan-kesalahan pada waktu hal itu terjadi. Prinsip inilah yang
membedakan antara mechanization dengan automation.
Dalam
sejarahnya, otomasi telah dicapai dalam perkembangan kehidupan manusia, meski
pada awalnya tidak disebut sebagai otomasi. Operator telepon yang digantikan
dengan mesin, berbagai peralatan kedokteran (elektrokardiogram dan sebagainya)
yang menggantikan peran tenaga medis, hingga mesin ATM. Istilah
"otomasi" digunakan pertama kali oleh General Motors pada tahun 1974
yang mendirikan departemen otomasi (automation department). Ketika itu,
teknologi otomasi yang mereka gunakan adalah komponen listrik, mekanik,
hidrolik, dan pneumatik. Antara tahun 1957 hingga tahun 1964, mereka
menghasilkan output dua kali lipat ketika buruh sudah mulai dikurangi akibat
dampak otomasi.
Automation memiliki 2 kategori,
yaitu:
1. Automation di sistem
manufaktur di pabrik
2. Komputerisasi di sistem
pendukung manufaktur
Automation
juga bisa disebut otomisasi Dari penjelasan diatas automation sebenarnya
menggambarkan pemindahan bahan dalam proses atau parts dari satu mesin ke mesin
berikutnya secara otomatis yang bersifat selektif di mana ada sistem feed back.
Misalnya mesin B yang sebenarnya dapat meneruskan bahan dalam proses atau part
ke mesin C yang berikutnya, akan tetapi apabila terdapat kesalahan maka secara
otomatis bahan atau
part
tersebut disisihkan atau diapkir dan tidak diteruskan ke mesin C.
Prinsip/sistem feed back dalam automation seperti telah dikatakan membuat mesin
tersebut dapat merasakan, menemukan dan mengoreksi kesalahan-kesalahan yang
timbul pada waktu barang-barang diproses atau dibuat pada mesin itu. Alat feed
back ini dipasang pada mesin-mesin yang mekanis sehingga mesin tersebut
mengetahui adanya kesalahan dan apa kesalahan yang ada.
Lalu,
apa hubungannya dengan pembahasan cyber ?
Automation
disini berhubungan dengan penggunaan sebuah teknologi atau juga diatur dan
diperintah dalam komputer, Automation juga adalah System yang berupa peralatan
elektronik terpasang dan berfungsi sebagai alat bantu untuk mengatur segala
kebutuhan dari suatu Installasi. Contoh dari otomisasi adalah ketika kita
memasuki sebuah bangunan modern diaman semua fasilitas di bangunan tersebut
diatur dan diperintah oleh satu perintah saja seperti perintah suara atau
menggunakan sebuah remot sensor yang perintah kesemuanya sudah diatur dalam aplikasi berbasis komputer.
seperti Artificial intelligence (AI) seperti di film iron man.
Ketika
beberapa kegiatan manajemen kita disatukan dengan hanya dengan menggunakan satu
perintah saja. Tentu saja ini akan efektif dan mempengaruhi aktivitas manajemen
kita.
Dan
berikut beberapa pengaruh automation terhadap manajemen :
-
automation
bersifat tidak fleksibel, sehingga tindakan yang diambil tidak dapat diubah
tanpa menderita kerugian yang besar dan adanya kesalahan-kesalahan yang kecil
akan menimbulkan kerugian yang sangat besar. Oleh karena itu setiap usaha yang
diambil oleh manajemen untuk membuat suatu pabrik yang otomatis sebaiknya harus
didahului dengan mengadakan penyelidikan (research), perencanaan dan analisis
yang diteliti, hati-hati dan cermat agar tidak terjadi kegagalan.
-
Manajemen yang
hendak menggunakan mesin-mesin otomatis, maka manajemen harus yakin dan dapat
memastikan adanya suatu pasar yang cukup luas bagi produk yang dihasilkannya,
untuk dapat menampung dan menutupi kembali biaya-biaya yang telah dikeluarkan
untuk perencanaan, pembuatan dan pemasangan dari mesin-mesin. Hal itu perlu
diperhatikan karena harga atau investasi dari mesin ini sangat mahal.
-
automation
membutuhkan tenaga-tenaga yang mempunyai techincal skill maupun managerial
skill, karena tanpa adanya kemampuan untuk menjalankanya dapat mengakibatkan
kerugian yang besar.
Itu
beberapa pengaruh sekaligus penjelasan dampak automation dalam manajemen. Sisi positif
penggunaan otomisasi ialah berikut beberapa diantaranya :
Untuk
meningkatkan produktivitas tenaga kerja
Untuk
mengurangi biaya tenaga kerja
Untuk
mengurangi dampak kekurangan tenaga kerja
Untuk
mengurangi atau menghapus pengguna rutin dan tugas-tugas administrasi
Untuk
meningkatkan keselamatan pekerja Untuk meningkatkan kualitas produk
Untuk
mencapai apa yang tidak bisa dilakukan secara manual
Untuk
menghindari biaya tinggi tidak mengotomatisasi
Disini
investasi untuk mesin-mesin otomisasi memang sangat mahal tapi tentu saja juga
sama mahalnya dengan tidak mengotomisasi suatu kegiatan. Dan melihat dari efek
jangka panjang otomisasi lebih bagus untuk dilakukan tentu dengan melihat apa yang
akan kita buat atau lakukan.
Daftar
Pustaka :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar