Senin, 16 Januari 2017

Mediamorphosis ? ini penjelasannya

Medimorphosis atau Mediamorfosis adalah transformasi media komunikasi, yang biasanya ditimbulkan akibat hubungan timbal balik yang rumit antara berbagai kebutuhan yang dirasakan, tekanan persaingan dan politik, serta berbagai inovasi dan teknologi.[1] Menurut Roger Fidler (2003), Mediamorfosis bukanlah sekadar teori sebagai cara berpikir yang terpadu tentang evolusi teknologi media komunikasi.

Mediamorfosis mendorong kita untuk memahami semua bentuk sebagai bagian dari sebuah system yang saling terkait, dan mencatat berbagai kesamaan dan hubungan yang ada antara bentuk bentuk yang muncul di masa lalu, masa sekarang, dan yang sedang dalam proses kemunculannya. Media baru tidak akan muncul begitu lama. Dan ketika bentuk bentuk media komunikasi yang baru muncul, bentuk bentuk yang terdahulu biasanya tidak mati – terus berkembang dan beradaptasi.
Salah satu teori mediamorphosis yang dikembangkan adalah gagasan Roger Fidler (1997) yang menjelaskan tentang hubungan media lama dan media baru.

Roger Fidler ( 1997) mempresentasikan gagasan mengenai mediamorphosis yang bisa membantu kita memahami jenis-jenis  perubahan di dalam media.  Ia mendefinisikan mediamorphosis sebagai “ the transformation of communication media, usually brought about by the complex interplay of perceived needs, competitive and political pressures, and social and technological innovations “ (hal 22,33). Intisari dari mediamorphosis adalah gagasan bahwa media bersifat “complex, adaptive systems”. Itulah sebabnya, media, seperti halnya sistem yang lain, menanggapi tekanan eksternal dengan proses spontan pengaturan kembali dirinya sendiri.  Dan seperti halnya makhuk hidup, media ber-evolusi untuk mencari peluang supaya bisa bertahan hidup di dalam lingkungan yang berubah. Fidler berpendapat bahwa media baru tidaklah berkembang secara spontan dan independent — mereka bergerak secara bertahap dalam  metamorphosis dari media lama.

Pengembangan tentang Mediamorfosis juga dilanjutkan dengan adanya beberapa penelitian yang akan saya berikan penjelasan beberapa diantaranya berikut :

Penelitian dalam HyperText

Satu penelitian (McDonald dan Stevenson, 1998) meneliti efek dari beberapa struktur hypertext yang berbeda dalam pembelajaran di kalangan para user. Satu pesan yang pada dasarnya sama disiapkan dalam struktur hirarki, di mana di tiap halaman dihubungkan (link) dengan yang sebelumnya dan yang sesudahnya; struktur yang non-linier, di mana halamannya dihubungkan ke dalam jaringan yang kompleks; dan struktur gabungan, yang memiliki struktur hirarki dasar tapi juga mencakup link-link lainnya sehingga memungkinkan user melompat keluar dari hirarki. Peneliti memprediksi bahwa teks yang non-linier adalah yang paling mengakibatkan disorientasi bagi user dan teks dengan struktur gabungan akan memberi kesemptan browsing yang efisien — lebih baik daripada model struktur hirarki yang kaku. Para responden dalam peneitian tersebut diminta untuk menggunakan dokumen hypertext  tersebut dan menjawab sepuluh pertanyaan.  Peneliti mencatat waktu yang diperlukan untuk menemukan jawaban dan jumlah halaman yang dibuka untuk mencari setiap jawaban tersebut. Mereka menyimpulkan bahwa user lebih menyukai pilihan teks yang sifatnya non-linier hypertext  dan bahwa teks gabungan paling banyak memberikan user kebebasan serta  tidak membatasi dalam browsing.

Penelitian dalam multimedia

Penelitian ini berfokus pada bagaiman peran siswa menggunakan multimedia interaktif? Satu penelitian pernah dilakukan memfokuskan pada bagaimana siswa menggunakan program instruksional multimedia mata pelajaran kimia ( Jones dan Berger, 1995). Satu paket program disajikan kepada para siswa dengan pokok pertanyaan dan peta konsep, termasuk teks, foto,video, animasi , dan simulasi eksperimental. Hasil menunjukkan bermacam pendekatan yang berbeda dipakai oleh para siswa. Satu siswa bergerak dari pertanyaan menuju jawaban dengan 104 events, dimana satu events  di sini sama dengan satu tindakan seperti  gerakan ke kartu berikutnya, gerakan ke peta konsep, atau membuka sumber media. Siswa lainnya yang menghabiskan waktu yang sama dengan serangkaian gerakan maju dan mundur antara pertanyaan dan isi kartu melakukan 585 events. Sedangkan siswa yang ketiga juga bergerak maju dan mundur antara pertanyaan dan isi kartu tetapi menggunakan lebih banyak media seperti video.

Kesimpulan

media baru maupun konvensional dapat saling melengkapi dan dapat lebih bermanfaat untuk kita Meskipun adanya media baru, adanya sebuah konsep keseimbangan itu akan membantu media konvensional yang juga perlu dikembangkan.
Media elektronik baru memungkinkan terjadinya perubahan besar di dalam masyarakat. Peneliti baru mengeksplorasi beberapa saja terkait dengan efek positif dan negatif dari berbagai macam bentuk cyber communication yang sedang berkembang  dan  telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam  masyarakat  saat ini.


Daftar pustaka :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar