Selasa, 17 Januari 2017

Sahabat duduk bersama sahabat,
Dan lembaran-lembaran terhampar
Mereka saling membaca misteri-misteri yang muncul dari kening masing-masing

Pandanglah selama yang engkau bisa sahabat yang engkau cinta

Datanglah ke laut keanggunan dan keindahan
Tibalah ke tambang penyatuan
Tataplah mata mabuk milik keindahan sejati

Setiap partikel tubuhku
Jatuh cinta pada mataharimu
Lihatlah dengan seksama

Ribuan kali darimu aku berlari
Seperti anak panah terluncur dari busur
Ribuan kali pula aku
tertangkap kembali
Selaku mangsa dimatamu yang memburu

Penerimaan adalah kunci menuju kebahagiaan

Engkau menyangka dirimulah masalahnya,
Padahal engkau sungguhlah obatnya
Engkau menyangka dirimulah kunci pintunya
Padahal sebenarnya engkaulah anak kunci yang membukanya

Terlalu menyedihkan bahwa engkau ingin menjadi seseorang yang lain
Engkau tidak melihat wajahmu sendiri, keindahan dirimu sendiri
Padahal, tiada wajah seorang pun yang indah dari wajahmu

Sahabat duduk bersama sahabat,
Dan lembaran-lembaran terhampar

Pinjamlah mata sang tercinta!

terima kasih untuk teman diskusi saya yang telah mengirimi puisi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar